Review Welcome to Samdalri, Salah Satu Drakor Terbaik 2023


Menghabiskan waktu bersama teman menyisakan dua perasaan yang kontras bagi saya. Di satu sisi pertemuan itu membawa kesenangan, di sisi lain ia membuat saya merasa sedih ketika tiba saatnya berpisah dan kembali ke kesibukan masing-masing.

Perasaan serupa saya alami begitu selesai menonton Welcome to Samdal-ri. Bahagia rasanya begitu drakor ini berakhir dengan memuaskan. Namun, saya juga tak rela berpisah dengan warga Samdal dan kisah mereka.

Welcome to Samdal-ri sejatinya punya cerita yang sederhana. Tapi justru kesederhanaan itu yang membuat drama garapan sutradara Cha Young Hoon (Forecasting Love and Weather, When the Camelia Blooms) dan penulis istimewa dan hangat. 

Kisahnya berpusat pada Cho Sam Dal (Shin Hye Sun), wanita asal Jeju yang ingin pergi merantau ke ibu kota. Dia berhasil mewujudkan mimpinya itu dan menjadi salah satu fotografer terkemuka di Seoul.

Namun, suatu insiden membuat karier yang telah dibangun selama delapan tahun itu tamat dan memaksanya pulang ke kampung halaman. Di sana Sam Dal bertemu kembali dengan warga Samdal-ri serta teman-teman masa kecilnya, termasuk Cho Yong Pil (Ji Changwook), sang mantan kekasih.

Bagi saya, Welcome to Samdal-ri bagai penggabungan Hometown Cha Cha Cha dan My Liberation Notes. Lokasinya yang berlatar di Jeju membuat saya merasakan lagi kehangatan Desa Gongjin dan para penghuninya. Sementara konflik yang dialami Sam Dal juga kakak dan adiknya mengingatkan pada Yeom bersaudara.

Welcome to Samdal-ri lebih dari sekadar drama rom-com biasa. Kwon Hye Joo (Hi Bye Mama, Go Back Couple) selaku penulis naskah mahir menjahit plot demi plot sehingga tak terkesan tumpang tindih. Hanya satu plot yang membuat saya agak bosan, tapi itu sama sekali tidak menjadi poin minus dari drama ini.

Sang penulis juga tahu betul cara membolak-balikkan emosi penonton. Kita dibuat ikut berbunga-bunga saat cinta Sam Dal dan Yong Pil bersemi kembali. Namun di menit selanjutnya perasaan itu sirna seiring dengan masa lalu pahit yang harus mereka hadapi, yang juga jadi alasan hubungan keduanya dulu berakhir.

Geng Sam Dal dan tempat persembunyian mereka sukses membuat saya rindu masa kecil. Meski sempat dipisahkan jarak, mereka masih memiliki koneksi yang kuat. Begitu juga dengan para haenyo yang meski terkadang suka bergosip layaknya ibu-bu pada umumnya, tetap punya rasa kepedulian terhadap sesama warga.

Menonton Welcome to Samdal-ri terasa seperti pulang ke rumah. Penonton diajak melipir sejenak, istirahat, dan bertemu orang-orang terkasih untuk me-recharge energi sebelum akhirnya kembali berkutat dengan kesibukan.

0 Comments