Disclaimer: This review may contain spoilers.
Masa pandemi yang udah berlangsung
lebih dari enam bulan ini memang mengharuskan kita untuk menghabiskan lebih
banyak waktu di rumah. Salah satu aktivitas yang jadi sering kita, khususnya
para moviegoers, lakukan sekarang
adalah marathon film ataupun series.
Nah, salah satu film Indonesia
terbaru yang bisa jadi tontonan selama di rumah aja, yaitu ‘Guru-Guru Gokil’. Film
garapan Sammaria Simanjuntak yang mestinya tayang di bioskop pada April 2020
ini sempat ditunda perilisannya, hingga akhirnya ditayangkan di Netflix pada 17
Agustus lalu.
Fyi, ‘Guru-Guru Gokil’ merupakan
debut Dian Sastrowardoyo sebagai produser, di mana Dian juga ikut bermain dalam
film ini.
Sinopsis
![]() |
| Foto: Instagram/gurugurugokil |
‘Guru-Guru Gokil’ sendiri menceritakan
tentang Taat Pribadi (Gading Marten) yang gagal setelah mengadu nasib di ibu
kota sehingga mau nggak mau dia kembali ke kampung halamannya.
Meskipun ayahnya (Arswendi
Nasution) merupakan seorang guru, Taat yang nggak suka pekerjaan tersebut
enggan mengikuti jejak ayahnya itu. Sialnya, dia justru mendapatkan pekerjaan
sementara sebagai guru pengganti di salah satu sekolah di desanya.
Taat ditemani beberapa guru
lainnya, yakni Rahayu (Faradina Mufti), Nirmala (Dian Sastrowardoyo), dan
Nelson (Boris Bokir) kemudian terlibat dalam pemecahan kasus perampokan uang
gaji guru yang didalangi oleh seorang penjahat besar.
Komedi yang Asik
Mengusung genre komedi, ‘Guru-Guru Gokil’ berhasil bikin ketawa lewat beberapa adegan dan dialog yang menggelitik. Apalagi, duet Taat dan Nelson yang seolah menjadi sentral seringkali bertingkah konyol.
Meski genre utamanya komedi, komedi yang ditampilkan enggak berlebihan sehingga kita masih bisa menikmati jalan ceritanya.
Serba Nanggung
Dari segi karakter, film ini enggak begitu
memiliki banyak karakter. Karakter utamanya hanyalah para guru. Sayangnya, semua karakter yang ada seolah ingin diperlihatkan dan diceritakan. Hasilnya, masing-masing karakter selain Taat dan Rahayu malah kurang kuat terkesan 'numpang' karena memang enggak dikulik lebih mendalam.
Misalnya, Nirmala yang dari awal
udah ditegaskan kalau karakternya agak ‘lemot’. Karakternya itu cuma bertahan
di awal film aja, sementara setelahnya kurang ditonjolkan lagi. Walau memang penampilan
Nirmala terkadang mengundang tawa.
Selain itu, ada juga Gagah (Ibnu
Jamil) yang keberadaannya enggak penting-penting amat dan enggak
begitu berpengaruh pada jalan cerita, serta dua murid yakni Ipang (Kevin
Ardillova) dan Saulina (Shakira Jasmine) yang memiliki kisah romantis tapi
enggak diceritakan lagi kelanjutannya.
Begitu pun dengan ending film yang rasanya nanggung, seolah hanya untuk menyelesaikan film aja. Karakter antagonis yang awalnya digambarkan menyeramkan pada akhirnya bisa dikalahkan dengan segitu mudahnya
Kurang Nunjukkin Gokilnya Para Guru
Meski judulnya ‘Guru-Guru Gokil’, kegokilan
para guru di sini kurang kelihatan. Mungkin, karena plotnya yang memang lebih
menceritakan kegokilan mereka di luar sekolah.
Bahkan, adegan saat guru-guru lagi
mengajar pun cuma sedikit. Padahal, akan lebih menarik kalau kegokilan guru di
sini diperlihatkan ketika lagi mengajar atau sekadar berinteraksi sama
murid-muridnya sehingga yang nonton bakal lebih relate.
Overall, ‘Guru-Guru
Gokil’ merupakan film yang kocak dan menyenangkan. Bisa banget buat membunuh
rasa bosan di rumah. Happy watching!



0 Comments